Apr 092018

Bagaimana Cara Meningkatkan Performa Website?

Ketahuilah bahwa kecepatan pada sebuah website untuk memuat halaman akan sangat memengaruhi bagaimana pengunjung Anda akan kembali lagi ke website Anda apa lagi untuk digital marketing sangat penting. Jadi, sangat penting untuk tahu bagaimana caranya untuk meningkatkan performa dari website Anda agar bisa memberikan pengalaman yang baik bagi para pengunjung.

Mengapa Performa Website Harus Cepat?

Bayangkan jika Anda adalah seorang pengunjung website dan sedang mengunjungi sebuah website yang loading-nya lama atau tertunda salam sepersekian detik. Tentunya pengalaman tersebut bukanlah pengalaman yang menyenangkan, bukan? Jika sudah seperti ini biasanya Anda akan meninggalkan website tersebut dan pergi mengunjungi website lain. Jadi, dengan adanya 5 atau lebih detik yang membuat pengunjung menunggu, maka Anda bisa kehilangan konversi Anda hingga 7 persen, tingkat kepuasan pelanggan menurun 16 persen, dan juga tampilan halaman Anda akan berkurang sekitar 11 persen.

Cara Meningkatkan Performa Website

Bagi Anda yang mempunyai website untuk berbisnis, sangat penting untuk meningkatkan performa website. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan jika ingin membuat performa website Anda meningkat.

  1. Kurangi plug-ins

Plug-ins akan membuat website Anda mempunyai fitur yang sebelumnya tidak ada pada tema website yang Anda gunakan. Namun dengan menggunakan plug-ins, maka akan ada ruang penimbun. Jadi, plug-ins bisa membuat keamanan website Anda bocor. Kemudian kecepatan website Anda pun akan berkurang karena plug-ins juga membutuhkan kecepatan untuk mendownload beberapa data. Kinerja website yang menggunakan plug-ins pun juga bisa terpengaruh karena ada beberapa plug-ins yang mengumpulkan data pengguna. Jadi, pilihlah plug-ins yang paling penting dan hapuslah plug-ins yang belum diperbaharui ataupun tidak penting sehingga kecepatan pada website Anda akan meningkat.

Jika Anda mahir dalam coding, sebaiknya Anda cari tahu apakah tanpa sadar tema yang Anda gunakan juga menggunakan fitur tambahan lainnya. Lalu, gunakan program yang bisa mengetahui plug-in yang mana yang bisa membuat website Anda melambat. Kemudian coba untuk menonaktifkan fitur plug-in satu per satu dan lihat apa yang terjadi. Sebaiknya jangan gunakan plug-in terlalu banyak.

  1. Kurangi redirect link

Selain mengurangi plug-in, mengurangi redirect link juga wajib hukumnya. Apa itu redirect link? Redirect link digunakan pada sebuah website agar para pengunjung bisa langsung dialihkan ke URL yang lain atau URL baru. Jadi, URL tersebut akan menghubungkan Anda ke bagian lain dari sebuah website. Misalnya jika URL desktop Anda tidak responsif, maka Anda akan dialihkan untuk ke versi mobile. Jika website Anda mendapatkan kode 302 redirect, maka kode itu mempunyai arti bahwa halaman tersebut sedang down sementara, sudah dipindahkan, dan juga harus dijaga. Tentunya hal ini akan merugikan Anda. Jika Anda sudah mendapatkan kode seperti ini, maka Anda harus meningkatkan respons website Anda.

Sebaiknya jangan mengarahkan pengunjung untuk pergi ke halaman yang juga di-redirect. Karena itu akan sangat membuang waktu dan kuota internet. Jadi, jangan sampai Anda menggunakan lebih dari satu link untuk bisa menuju ke halaman utama. Apalagi jika Anda adalah pemilik website yang sudah besar, hal ini justru akan membuat Anda kehilangan pengunjung.

  1. Hapus link yang rusak

Cara yang terakhir adalah dengan menghapus link yang rusak. Memang hal ini cukup sulit dan harus dilakukan dengan konsisten. Namun menghapus link yang rusak sangat perlu agar pengunjung tidak mengalami pengalaman ke halaman 404 eror, permintaan http yang boros, dan juga mendapatkan pengalaman website yang kurang menyenangkan karena website Anda melambat.

error: Content is protected !!